Adakah kisah cinta yang lebih tragis di dunia ini selain legenda Qais yang jadi majnun karena Laila?
Romeo dan Juliet memang mati bersama, namun adakah Romeo menderita semerananya Qais?
Romeo dan Juliet memang mati bersama, namun adakah Romeo menderita semerananya Qais?
Qais; petuah-petuah lembut dari orang paling bijak di dunia ini pun nampaknya ‘tak mampu membendung sungai air mata yang mengalir deras dari Sang Majnun. Ia telah menjadi batang lilin yang meleleh oleh api cintanya sendiri. Dan penderitaan menjadi harga yang harus dibayarkan atas mewahnya cinta yang ia rawat.
Sejatinya, ada pertanyaan yang mestinya kita renungkan terlebih dahulu sebelum kita bicara lebih banyak tentang tragisnya kisah cinta Qais kepada Laila.
“Adakah kisah Qais dan Laila merupakan kisah cinta?
Adakah di dunia ini Allah mencipta cinta yang menyengsarakan?
Lalu adakah cinta yang dirasa Qais kepada Laila adalah benar-benar cinta?”
Adakah di dunia ini Allah mencipta cinta yang menyengsarakan?
Lalu adakah cinta yang dirasa Qais kepada Laila adalah benar-benar cinta?”
Kita tidak pernah tahu, sebab cinta memang dicipta tanpa definisi. Cinta yang dimaksud dalam tulisan ini pun boleh jadi berbeda definisi dengan yang kamu hayati. Silahkan sebutkan semua definisi indah yang kamu punya tentang cinta. Asal jangan pernah kamu lupakan satu kaidah:
Katakanlah: “jika bapak-bapak, anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
(QS. At-Taubah : 24)
(QS. At-Taubah : 24)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar