Assalamualaikum Wr. Wb
“Kau tahu, hakikat cinta adalah melepaskan. Semakin sejati ia,
semakin tulus kau melepaskannya. Percayalah, jika memang
itu cinta sejati kau, tidak peduli aral melintang, ia akan
kembali sendiri padamu. Banyak sekali pecinta di dunia ini
yang melupakan kebijaksanaan sesederhana itu. Malah
sebaliknya, berbual bilang cinta, namun dia
menggenggamnya erat-erat.” Darwis Tere Liye
Sebuah kata-kata pembuka untuk mengawali sebuah catatan dari saya yang saya ketik di blog ini, karena temanya sama seperti yang akan saya bahas, merelakan sesuatu yang kita cintai.
Cinta, sebuah perasaan yang setiap orang rasakan ketika dia sudah terlalu nyaman dan ingin memiliki sesuatu yang dia suka adalah cinta, perasaan itu kadang bisa membuat kita buta akan nasihat, hinaan, dan bantuan dari orang lain, karena saking ingin mendapatkan cinta itu.
Hari ini saya belajar bahwa cinta, tidak harus memiliki, kadang kita harus merelakannya, dan saya juga yakin Allah akan memberikan kita yang lebih baik dari apa yang kita cintai sebelumnya.
Allah pastilah memiliki alasan tertentu kenapa Dia harus merampas apa yang hambaNya miliki, karena dia sudah menyiapkan sesuatu yang baru, dan mungkin karena sesuatu yang lama itu bisa membuatmu sakit, maka itu Dia menggantinya.
Cinta juga tidak seperti anda mencintai seseorang, bisa jadi anda cinta terhadap benda, hewan dan yang lainnya. Karena yang patut dicintai bukan hanyalah manusia saja, bahkan kita juga harus mencintai Allah lebih dari apapun di dunia ini.
Kita sebagai manusia tidak pernah tau apa yang dipikirkan oleh Allah, dan akhirnya timbulah pertanyaan.
"Kenapa Allah tidak adil?"
"Apakah ini yang terbaik diberikan Allah?"
Jadi kalau kalian merasa kehilangan, relakanlah itu. Anda juga tidak sendirian, saya juga telah merelakan sesuatu yang saya cintai juga, dan saya berpikir pasti Allah akan menggatikannya dengan yang baru.
Pesan saya kepada anda yang kehilangan cintanya, belajarlah merelakannya, anda pasti bisa melalui masa-masa sulit yang anda hadapi selama kehilangan. Baiklah karena catatan ini saya buka dengan kata-kata, maka akan saya tutup juga dengan kata-kata.
"Kenapa kita jatuh? Agar kita bisa bangkit kembali." Thomas Wayne
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Muhamad Subhi Imam Yuliastio
Jum'at, 29 Mei 2015
Tidak ada komentar :
Posting Komentar