Pages

Keprihatinan Atas Akhlak dan Moral Remaja Zaman Sekarang

Kamis, 23 April 2015

Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya punya sebuah cerita yang ada dipikiran saya.

Selepas shalat Ashar akhirnya saya memutusakan untuk membahas foto yang dikirimkan oleh sdr. Rendy dengan teman-teman saya.
Ternyata foto tersebut adalah sebuah poster acara yang bertemakan bersenang-senang setelah menjalani UN, sepintas tidak ada yang salah dari poster itu, tapi setelah dilihat lebih detail, ada tulisan 'Bikini Summer Dress' "Apa maksud dari semua itu?"
Setelah ditinjau lebih lanjut ternyata itu pesta yang berkode dress bikini, sebenarnya saya prihatin akan kelakuan remaja jaman sekarang, apa karena sudah mendekati akhir jaman jadi seperti ini?
Sejenak saya berpikir "Jika saya diam, saya ingkar akan kewajiban saya sebagai seorang muslim untuk berdakwah, sebagai pengingat. Tapi di sisi lain saya akan percuma mengingatkan karena hanya sedikit yang mendengarkan bahkan mungkin tidak ada."
Bukan sok Agamis atau sok Suci seperti banyak yang dipikirkan orang yang Islamophobia, saya hanya prihatin saja akan acara ini, kemana akhlak dan moral yang diajarkan di sekolah selama mereka belajar?
Apakah mereka sudah lupa akan hal itu? Atau mereka memang tidak belajar akan hal itu?
Saya hanya khawatir budaya barat yang menyebar ke Indonesia membuat Indonesia jatuh.
Tapi apa dikata, seorang aktivis pasti akan menghadapi 2 hal
1. Ada orang yang setuju dan akhirnya memberi pujian kepadanya
2. Dicaci maki karena sok tahu dan sok Agamis(Khususnya Aktivis Dakwah)

Jadi itu saja keprihatinan saya, mungkin ada yang setuju/tidak setuju, itu hak semua orang mengeluarkan pendapat, dan saya hargai itu.

Akhir kata, wassalamualaikum wr. wb.

Orang Jepang Yang Membuat Banyak Muslim Malaysia Menangis

Jumat, 10 April 2015

Suatu hari di tahun 2012 desember ada seorang dosen ITB bernama Dr.Iqbal (34) beliau memberikan tausiyah di majlis Ijtimak pelajar di Tasikmalaya. Beliau bercerita ketika dirinya tengah menempuh S3-nya di Jepang, beliau bertemu dengan seorang Muallaf asal negeri sakura terebut.

Dr. Iqbal menceritakan sedikit kisah ketika si muallaf tersebut sedang berdakwah ke Malaysia. Si Muallah tersebut (mohon maaf admin lupa lagi namanya) berdakwah kepada orang-orng Malaysia. kurang lebih dakwahnya seperti ini :

Assalamualaikum Wr.Wb

Semua orang Malalysia yang ada disini, Semuanya adalah orang yang DZHALIM! (Semua mustami kaget mendengarnya, banyak yang tersinggung waktu itu) tak lama

Mualaf tersebut melanjutkan tausiahnya.

Kenapa kalian semua orang yang dzalim? Karena Kami orang Jepang,
kami membuat berbagai macam hal, mobil, motor, gadget, televisi, mesin cuci, dan kami kirimkan kepada negara kalian untuk kebahagiaan dunia kalian, orang-orang Malaysia.

Tetapi kenapa? Kalian yang memiliki sesuatu yang dapat membahagiakan dunia dan akhirat kalian tidak kirimkan ke negeri kami Jepang? yaitu Islam!

Jika kalian pergi ke kampung saya,
disana terdapat kuburan, didalam kuburan tersebut terdapat 2 orang yang dikubur, seorang wanita dan seorang laki-laki. Kalian tahu siapa mereka? mereka adalah kedua orang tua saya.

Dan mereka meninggal dalam keadaan kafir! Dan disana terdapat ribuan orang yang sudah meninggal dalam keadaan kafir.

Bagaimana seandainya diakhirat nanti kedua orang tua saya dan ribuan orang yang meninggal dalam keadaan kafir tersebut menuntut kepada anda-anda semua.

"Rasulullah s.a.w dan para sahabatnya menyebarkan islam dahulu sampai kepelosok-pelosok dunia. meninggalkan anak, istri dan kampung halamannya supaya agama ini sampai kepada kita semua. Tapi kenapa kalian tidak melanjutkan perjuangan nabi menyebarkan islam,
sehingga kami kami mati dalam keadaan kafir, Kenapa?"

Semua orang yang hadir waktu itu,
tertunduk terdiam terbungkam. tak ada yang dapat mengucapkan sepatah katapun.
Hanya suara isak tangis yang terdengar saat itu.
Setelah itu terdengar isak tangis dari Dr. Iqbal, beliau tidak melanjutkan ceritanya nya tetapi langsung bertanya kepada kami, para mustami.

Asbab kita tidak berdakwah, banyak orang yang meninggal dalam keadaan kafir
"Ini salah siapa?"
Semua orang terdiam tak menjawab, kemudian beliau menjawab.
"Ini adalah salah kita"
Beliau bertanya lagi,
"Ini tugas siapa
(berdakwah melanjutkan perjuangan nabi dan para sahabat)?"
Kami sontak menjawab
"Tugas kita"
Beliau menjawab,
"Bukan! Ini bukantugas kita. Tapi ini adalah Tugas saya.
Karena tanggung jawab dakwah adalah tugas untuk setiap orang islam."

Semoga menjadi renungan untuk kita sebagai orang Islam, seorang Muslim, untuk menjalanjan kewajiban kita. Yaitu, berdakwah.

Assalamualaikum Wr.Wb

 

My Twitter

Labels