Pages

Doa

Sabtu, 12 September 2015

Pic: Google.co.id

Doa adalah sebuah ekspresi dari keinginan kita yang diucapkan kepada Tuhan YME, doa juga adalah sebuah ekspresi rindu terhadap orang-orang tercinta karena kita tidak bisa membahagiakan mereka dari dekat, kita cukup mendoakan agar mereka selalu senantiasa baik.

Saya sendiri biasa mengucapkan doa untuk seseorang yang spesial dalam hidup saya, dan hanya itu yang dapat saya lakukan, karena saya berjanji tidak akan mendekati dia sampai waktunya tiba.

Eh maaf jadi curhat, hahaha

Jadi hakikat doa adalah keinginan yang kita ucapkan kepada Tuhan YME, disaat kita sudah melakukan segala sesuatu tapi tidak diiringi doa itu akan menjadikan kita orang sombong, karena kita lupa akan kuasa Tuhan.

Guru SMA saya pernah berkata
"Usaha tanpa Doa itu Sombong, Doa tanpa Usaha itu Omong Kosong"

Kata-kata beliau sangat mengubah pandangan saya dan membuat pikiran saya terbuka. Kita melakukan sesuatu tanpa diiringi doa hanya akan terlihat sombong, seperti pembuat kapal Titanic yang sampai dia menyatakan

"Kapal ini tidak bisa tenggelam sekalipun Tuhan yang melakukannya"
*Kurang lebih begitu kata-kata sang pembuat kapal Titanic.

Dan kenyataan yang terjadi adalah kapal Titanic akhirnya tenggelam di Samudra Atlantik karena menabrak gunung es yang melubangi lambung kapal.
Ya itu hanya sebuah contoh besar akan usaha yang tidak diiringi doa terlebih lagi sang pembuat menyombongkan dirinya dengan mengklaim kapalnya tidak bisa tenggelam dan hanya menjadi bumerang untuknya.

Itu saja yang dapat saya sampaikan, semoga artikel ini bisa menjadi pencerahan untuk kita semua untuk lebih percaya kepada doa, karena kekuatan Tuhan itu nyata dan jangan pernah meragukan Dia ataupun menyombongkan diri dihadapan Dia.

Akhir kata Wassalamualaikum wr wb.


Sabtu, 12 September 2015
Muhamad Subhi Imam Yuliastio

Perjalanan Singkat

Jumat, 04 September 2015


Menyulam perjalanan dari awal kita memulai
Berawal dari Dunia Maya kita saling menyapa
Lama-kelamaan kita semakin akrab
Entah ada perasaan apa waktu itu yang dibenakku hanya ingin memilikimu
Setelah memilikimu ku semakin nyaman
Dan akhirnya membuatku semakin rindu dan ingin menemuimu
Yang membuatku sering ketempat ini
Lama-kelamaan kita bosan
Kesalah pahaman melanda kita
Keegoisan tak bisa terbendung lagi
Lama-kelamaan kita menjauh
Dan kita akhirnya berpisah
Menemukan jalan kita sendiri
Bojong Gede, di dalam kereta, Rabu, 5 Agustus 2015
Muhamad Subhi Imam Yuliastio

Rencana Allah

Sabtu, 18 Juli 2015

Hari ini kita bertemu lagi, meski hanya sebentar. Kita masih seperti terakhir kali bertemu, masih tertunduk malu untuk melihat satu sama lain.
Karena kita tahu kita belum mempunyai ikatan apa-apa,disisi lain kau berusaha menyembunyikan senyummu, meski akhirnya terlihat olehku.
Senyummu yang telah membuatku jatuh hati, tapi aku sadar akan status kita dan hanya bisa diam melihat sikap kita yang seperti ini.
Kita tidak tahu apa rencana Allah selanjutnya, berharap yang terbaik pada Mahakuasa.

Jumat, 17 Juli 2015
Muhamad Subhi Imam Yuliastio

Sujud

Selasa, 14 Juli 2015


Sujud...
Dalam sujud aku bersedih
Ceritakan kesedihanku kepadaMu
Berharap kesedihanku dapat berlalu

Sujud...
Dalam sujud aku bersyukur
Ceritakan nikmat yang kau berikan
Berharap nikmatMu terus mengalir

Sujud...
Dalam sujud aku memohon
Ceritakan segala dosaku kepadaMu
Berharap ampunanMu untukku

Sujud...
Dalam sujud aku bercerita
Ceritakan hidupku kepadaMu
Berharap hidupku akan terus indah

Ya Allah maafkan hambaMu yang berlumur dosa ini, dan izinkan aku untuk memperbaiki kesalahanku, kepadaMu aku memohon ampun.


Selasa, 14 Juli 2015
Muhamad Subhi Imam Yuliastio

Ke(Putus-asa)an

Selasa, 16 Juni 2015

Berapa lama jiwa dan raga-ku harus tersiksa? Bukankah sudah Kau tunjukan sejak dulu rasa sakit yang menyiksa diri.
Sungguh kali ini aku tak sanggup menahan beban yang terlalu berat.
Keputus-asaan merambat jiwa ini, membuatku Ja(t)uh dan sekarang tak berdaya. Bisakah Kau tunjukan jalan-Mu lagi kepadaku, karena aku akan berusaha untuk bangkit dari keterpurukanku.

Belajar Merelakan Sesuatu yang Dicintai

Jumat, 29 Mei 2015

Assalamualaikum Wr. Wb

“Kau tahu, hakikat cinta adalah melepaskan. Semakin sejati ia,
semakin tulus kau melepaskannya. Percayalah, jika memang
itu cinta sejati kau, tidak peduli aral melintang, ia akan
kembali sendiri padamu. Banyak sekali pecinta di dunia ini
yang melupakan kebijaksanaan sesederhana itu. Malah
sebaliknya, berbual bilang cinta, namun dia
menggenggamnya erat-erat.” Darwis Tere Liye

Sebuah kata-kata pembuka untuk mengawali sebuah catatan dari saya yang saya ketik di blog ini, karena temanya sama seperti yang akan saya bahas, merelakan sesuatu yang kita cintai.

Cinta, sebuah perasaan yang setiap orang rasakan ketika dia sudah terlalu nyaman dan ingin memiliki sesuatu yang dia suka adalah cinta, perasaan itu kadang bisa membuat kita buta akan nasihat, hinaan, dan bantuan dari orang lain, karena saking ingin mendapatkan cinta itu.

Hari ini saya belajar bahwa cinta, tidak harus memiliki, kadang kita harus merelakannya, dan saya juga yakin Allah akan memberikan kita yang lebih baik dari apa yang kita cintai sebelumnya.

Allah pastilah memiliki alasan tertentu kenapa Dia harus merampas apa yang hambaNya miliki, karena dia sudah menyiapkan sesuatu yang baru, dan mungkin karena sesuatu yang lama itu bisa membuatmu sakit, maka itu Dia menggantinya.

Cinta juga tidak seperti anda mencintai seseorang, bisa jadi anda cinta terhadap benda, hewan dan yang lainnya. Karena yang patut dicintai bukan hanyalah manusia saja, bahkan kita juga harus mencintai  Allah lebih dari apapun di dunia ini.

Kita sebagai manusia tidak pernah tau apa yang dipikirkan oleh Allah, dan akhirnya timbulah pertanyaan.
"Kenapa Allah tidak adil?"
"Apakah ini yang terbaik diberikan Allah?"
Jadi kalau kalian merasa kehilangan, relakanlah itu. Anda juga tidak sendirian, saya juga telah merelakan sesuatu yang saya cintai juga, dan saya berpikir pasti Allah akan menggatikannya dengan yang baru.

Pesan saya kepada anda yang kehilangan cintanya, belajarlah merelakannya, anda pasti bisa melalui masa-masa sulit yang anda hadapi selama kehilangan. Baiklah karena catatan ini saya buka dengan kata-kata, maka akan saya tutup juga dengan kata-kata.

"Kenapa kita jatuh? Agar kita bisa bangkit kembali." Thomas Wayne

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Muhamad Subhi Imam Yuliastio
Jum'at, 29 Mei 2015

Keprihatinan Atas Akhlak dan Moral Remaja Zaman Sekarang

Kamis, 23 April 2015

Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya punya sebuah cerita yang ada dipikiran saya.

Selepas shalat Ashar akhirnya saya memutusakan untuk membahas foto yang dikirimkan oleh sdr. Rendy dengan teman-teman saya.
Ternyata foto tersebut adalah sebuah poster acara yang bertemakan bersenang-senang setelah menjalani UN, sepintas tidak ada yang salah dari poster itu, tapi setelah dilihat lebih detail, ada tulisan 'Bikini Summer Dress' "Apa maksud dari semua itu?"
Setelah ditinjau lebih lanjut ternyata itu pesta yang berkode dress bikini, sebenarnya saya prihatin akan kelakuan remaja jaman sekarang, apa karena sudah mendekati akhir jaman jadi seperti ini?
Sejenak saya berpikir "Jika saya diam, saya ingkar akan kewajiban saya sebagai seorang muslim untuk berdakwah, sebagai pengingat. Tapi di sisi lain saya akan percuma mengingatkan karena hanya sedikit yang mendengarkan bahkan mungkin tidak ada."
Bukan sok Agamis atau sok Suci seperti banyak yang dipikirkan orang yang Islamophobia, saya hanya prihatin saja akan acara ini, kemana akhlak dan moral yang diajarkan di sekolah selama mereka belajar?
Apakah mereka sudah lupa akan hal itu? Atau mereka memang tidak belajar akan hal itu?
Saya hanya khawatir budaya barat yang menyebar ke Indonesia membuat Indonesia jatuh.
Tapi apa dikata, seorang aktivis pasti akan menghadapi 2 hal
1. Ada orang yang setuju dan akhirnya memberi pujian kepadanya
2. Dicaci maki karena sok tahu dan sok Agamis(Khususnya Aktivis Dakwah)

Jadi itu saja keprihatinan saya, mungkin ada yang setuju/tidak setuju, itu hak semua orang mengeluarkan pendapat, dan saya hargai itu.

Akhir kata, wassalamualaikum wr. wb.

Orang Jepang Yang Membuat Banyak Muslim Malaysia Menangis

Jumat, 10 April 2015

Suatu hari di tahun 2012 desember ada seorang dosen ITB bernama Dr.Iqbal (34) beliau memberikan tausiyah di majlis Ijtimak pelajar di Tasikmalaya. Beliau bercerita ketika dirinya tengah menempuh S3-nya di Jepang, beliau bertemu dengan seorang Muallaf asal negeri sakura terebut.

Dr. Iqbal menceritakan sedikit kisah ketika si muallaf tersebut sedang berdakwah ke Malaysia. Si Muallah tersebut (mohon maaf admin lupa lagi namanya) berdakwah kepada orang-orng Malaysia. kurang lebih dakwahnya seperti ini :

Assalamualaikum Wr.Wb

Semua orang Malalysia yang ada disini, Semuanya adalah orang yang DZHALIM! (Semua mustami kaget mendengarnya, banyak yang tersinggung waktu itu) tak lama

Mualaf tersebut melanjutkan tausiahnya.

Kenapa kalian semua orang yang dzalim? Karena Kami orang Jepang,
kami membuat berbagai macam hal, mobil, motor, gadget, televisi, mesin cuci, dan kami kirimkan kepada negara kalian untuk kebahagiaan dunia kalian, orang-orang Malaysia.

Tetapi kenapa? Kalian yang memiliki sesuatu yang dapat membahagiakan dunia dan akhirat kalian tidak kirimkan ke negeri kami Jepang? yaitu Islam!

Jika kalian pergi ke kampung saya,
disana terdapat kuburan, didalam kuburan tersebut terdapat 2 orang yang dikubur, seorang wanita dan seorang laki-laki. Kalian tahu siapa mereka? mereka adalah kedua orang tua saya.

Dan mereka meninggal dalam keadaan kafir! Dan disana terdapat ribuan orang yang sudah meninggal dalam keadaan kafir.

Bagaimana seandainya diakhirat nanti kedua orang tua saya dan ribuan orang yang meninggal dalam keadaan kafir tersebut menuntut kepada anda-anda semua.

"Rasulullah s.a.w dan para sahabatnya menyebarkan islam dahulu sampai kepelosok-pelosok dunia. meninggalkan anak, istri dan kampung halamannya supaya agama ini sampai kepada kita semua. Tapi kenapa kalian tidak melanjutkan perjuangan nabi menyebarkan islam,
sehingga kami kami mati dalam keadaan kafir, Kenapa?"

Semua orang yang hadir waktu itu,
tertunduk terdiam terbungkam. tak ada yang dapat mengucapkan sepatah katapun.
Hanya suara isak tangis yang terdengar saat itu.
Setelah itu terdengar isak tangis dari Dr. Iqbal, beliau tidak melanjutkan ceritanya nya tetapi langsung bertanya kepada kami, para mustami.

Asbab kita tidak berdakwah, banyak orang yang meninggal dalam keadaan kafir
"Ini salah siapa?"
Semua orang terdiam tak menjawab, kemudian beliau menjawab.
"Ini adalah salah kita"
Beliau bertanya lagi,
"Ini tugas siapa
(berdakwah melanjutkan perjuangan nabi dan para sahabat)?"
Kami sontak menjawab
"Tugas kita"
Beliau menjawab,
"Bukan! Ini bukantugas kita. Tapi ini adalah Tugas saya.
Karena tanggung jawab dakwah adalah tugas untuk setiap orang islam."

Semoga menjadi renungan untuk kita sebagai orang Islam, seorang Muslim, untuk menjalanjan kewajiban kita. Yaitu, berdakwah.

Assalamualaikum Wr.Wb

Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban

Minggu, 01 Maret 2015


"Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban" (Q.S.55:55) yang artinya "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Itu adalah ayat yang berada dalam surah Ar-Rahman, ayat itu diulang-ulang hingga berkali-kali dalam surah itu, suatu hari saya penasaran sebenarnya berapa jumlah ayat yang diulang itu, ternyata setelah menghitung dengan teliti saya menemukan bahwa jumlah ayat "Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban" itu diulang hingga 31 kali.

Setelah sampai disitu saya belum puas hanya mendapat informasi itu saja, akhirnya saya iseng untuk melihat surah ke 31 dalam Al-Qur'an, ternyata ketemulah surah Luqman, dan saya mencari lagi ayat ke 31 Q.S Luqman(Sekedar info nama surah Luqman diambil dari kisah tentang Luqman yang diceritakan dalam surah ini tentang bagaimana ia mendidik anaknya.)

Setelah saya menemukannya lalu saya pun membaca, ternyata dalam ayat 31 Q.S Luqman saya terkagum setelah lihat artinya, kira-kira beginilah artinya: "Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang, yang sangat sabar, lagi banyak bersyukur." (QS.31:31)

Ternyata semuanya telah diatur, saat kita membaca ayat "Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban" yang diulang sebanyak 31 kali itu menyatakan tentang nikmat Allah, lalu secara tidak sengaja mencari Surah ke 31 dan ayat ke 31nya, kita juga akan menemukan ayat yang menyatakan NIKMAT. 

SubhanAllah setelah itu saya beropini, hidup ini penuh nikmat, tidak pantas bagi kita untuk mengeluh karena kekurangan atau mungkin kelebihan kita, mungkin saja masih ada yang lebih membutuhkan daripada kita.


Jadi saya berpesan kepada pembaca, janganlah mengeluh, sesungguhnya kita telah diberi nikmat oleh Allah. Sekian dan terimakasih telah membaca. :)


Ahad, 1 Maret 2015
Muhamad Subhi Imam Yuliastio
 

My Twitter

Labels